PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE
Nama : Chyntia Maharani
NIM : C1AA18026
1. PENGERTIAN DISMENORE
Dismenore adalah keadaan yang pada umumnya sering dikeluhkan oleh wanita, mungkin ada beberapa wanita yang tidak terganggu dengan dismenore ini karena nyeri yang dirasakan hanya ringan saja, tetapi bagi wanita lainnya dismenore ini sangat mengganggu dan membuat perasaan tidak nyaman karena nyeri yang dirasakan sangat luar biasa dan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Dismenore pada umumnya terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Dismenore Primer
Dismenore primer didefinisikan sebagai menstruasi yang menyakitkan dengan kram sensasi di perut bagian bawah. Yang Sering disertai dengan gejala lain, seperti berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan tremulousness.
b. Dismenore Sekunder
Dismenore sekunder adalah nyeri yang disebabkan karena adanya masalah pada organ reproduksi. Gejala yang dirasakan hampir sama dengan dismenore primer.
2. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISMENORE
Faktor yang mempengaruhi nyeri haid antara lain faktor kejiwaan, faktor konstitusi
meliputi anemia, penyakit menahun, usia menache, dan faktor genetik, faktor obstruksikanalis servikalis, faktor endokrin, dan faktor alergi (Kumalasari dan andhyantoro, 2012).
3.GEJALA DISMENORE
Gejala dismenore dapat disertai dengan rasa mual, muntah, diare, kram, sakit seperti kolik di perut. Beberapa wanita bahkan sampai mengalami pingsan, keadaan ini muncul cukup hebat sehingga menyebabkan penderita mengalami “kelumpuhan” aktivitas untuk sementara,(Proverawati dan Misaroh,2009).
4. PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP
PENURUNAN NYERI DISMENORE
Cara pengobatan dismenore ini ada 2 cara yaitu, secara farmakologis dan non-farmakologis. Cara pengobatan yang akan di bahas disini adalah manajemen nyeri non-farmakologis. Manajemen nyeri non farmakologis,salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi disminore (nyeri haid) yaitu dengan melakukan kompres hangat.
Kompres hangat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu (perut), (Uliyah & Hidayat, 2008).
Kompres hangat dapat dilakukan dengan menempelkan kantong karet (buli – buli) yang diisi air hangat atau handuk yang telah direndam di dalam air hangat, ke bagian tubuh yang nyeri, dengan diikuti latihan pergerakan atau pemijatan. Dampak fisiologis dari
kompres hangat adalah pelunakan jaringan fibrosa, membuat otot tubuh lebih rileks,
menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, dan memperlancar aliran darah.
REFERENSI
Rahmadhayanti, E., Afriyani,R., Wulandari, A. (2017). Kompres Hangat terhadap Penurunan Derajat Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMA Karya Ibu Palembang Jurnal Kesehatan Volume VIII, Nomor 3, November 2017, hlm 369-374.
Dahlan, A., Syahminan,V, T. (2017). Pengaruh Terapi Kompres Hangat Terhadap Nyeri Haid (Dismenore) Pada Siswi Smk Perbankan Simpang Haru Padang.
Nida, M, R., Sari, S, D. (2016). Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Siswi Kelas XI SMK Muhammadiyah Watukelir Sukoharjo. Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 1, No 2, September 2016, hlm 100-144.
Aziato, L., Dedey, F. (2014) Dysmenorrhea management and coping among students in Ghana: A qualitative exploration. Journal of Pediatric and Adolescent Ginekologi.
Sanctis, D, V,. Soliman, A., Bernasconi. S., Bianchin, L., Bona, G., Bozzola, M., Buzi, F., Sanctis, D, C., Tonini,G., Rigon, F., Perissinotto, E., ScD. (2015). Primary Dysmenorrhea inAdolescents: Prevalence, Impact and Recent Knowledge. Pediatric Endocrinology Reviews (PER) n Volume 13 n No 2 n December 2015.